Endometriosis, Penyebab Nyeri Punggung Wanita yang Jarang Diketahui

by. DR. dr. Rita Vivera Pane, Sp. KFR (K)
23 August 2023
Endometriosis, Penyebab Nyeri Punggung Wanita yang Jarang Diketahui

Endometriosis adalah kondisi medis kronis yang terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, umumnya di daerah panggul. Jaringan ini dapat melekat pada berbagai organ dan struktur di rongga perut dan panggul, seperti indung telur, saluran telur, kandung kemih, dan usus. Berbeda dengan lapisan rahim yang luruh selama menstruasi, jaringan yang tumbuh di luar rahim tidak memiliki cara alami untuk keluar dari tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah dan gejala.

Gejala umum endometriosis meliputi:

  1. Nyeri: Nyeri panggul adalah gejala utama endometriosis. Nyeri ini dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah menstruasi. Nyeri juga bisa hadir selama hubungan seksual atau buang air besar.
  2. Pendarahan Menstruasi Berat atau Tidak Teratur: Wanita dengan endometriosis mungkin mengalami menstruasi yang lebih berat atau lebih lama dari biasanya, serta siklus menstruasi yang tidak teratur.
  3. Nyeri Selama Berhubungan Seksual: Nyeri selama atau setelah hubungan seksual adalah gejala umum.
  4. Nyeri Panggul Kronis: Beberapa wanita mengalami nyeri panggul yang berkelanjutan yang tidak selalu terkait dengan siklus menstruasi.
  5. Nyeri Saat Buang Air Besar atau Kencing: Endometriosis bisa menyebabkan nyeri saat buang air besar atau kencing, terutama selama menstruasi.
  6. Infertilitas: Endometriosis dapat mengganggu kesuburan dengan mempengaruhi fungsi indung telur, saluran telur, dan rahim.

Penyebab pasti dari endometriosis belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa teori ada. Salah satu teori umum adalah menstruasi retrograde, di mana darah menstruasi mengalir ke belakang melalui saluran telur dan masuk ke rongga panggul, memungkinkan jaringan endometrial melekat pada organ panggul. Genetika dan faktor hormonal juga kemungkinan berperan.

Diagnosis endometriosis sering melibatkan kombinasi riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan studi pencitraan seperti ultrasonografi atau MRI. Diagnosis pasti biasanya dibuat melalui prosedur bedah bernama laparoskopi, di mana kamera kecil dimasukkan ke dalam perut untuk memvisualisasikan dan mungkin mengangkat jaringan yang abnormal.

Pilihan pengobatan untuk endometriosis meliputi:

  1. Pengelolaan Nyeri: Obat pereda nyeri bebas atau obat resep dapat membantu mengelola nyeri.
  2. Terapi Hormonal: Pil kontrasepsi, IUD hormonal, atau perawatan berbasis hormon lainnya dapat membantu mengontrol pertumbuhan jaringan endometrial dan mengelola gejala.
  3. Pembedahan: Operasi laparoskopi dapat mengangkat atau membakar jaringan endometrial. Dalam kasus yang parah, histerektomi (pengangkatan rahim) mungkin dipertimbangkan.
  4. Teknologi Reproduksi Bantu: Bagi wanita dengan masalah kesuburan akibat endometriosis, perawatan seperti fertilisasi in vitro (IVF) dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan.

Endometriosis adalah kondisi kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Penting bagi individu yang mengalami gejala untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang mengkhususkan diri dalam kesehatan wanita untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang sesuai.

Baca juga : Sindrom Piriformis

Read other articles & publications:

Dokter Saraf Surabaya Untuk Kram Betis Yang Sering Mengganggu Aktivitas Harian

Lebih Lanjut

Dokter Saraf Spine Surabaya Untuk Kesemutan Tangan & Jari

Lebih Lanjut

Terapi Saraf Pinggang Terjepit Non Bedah Di Surabaya

Lebih Lanjut