Sistem gerak manusia terdiri dari rangka atau tulang dan otot. Tanpa tulang dan otot tubuh tidak dapat bergerak. Tulang adalah alat gerak pasif dan otot adalah alat gerak aktif. Kolaborasi kedua alat gerak ini menghasilkan gerak tubuh. Sistem gerak pada manusia terdiri dari 200 tulang rangka, jaringan ikat, dan lebih dari 300 otot rangka. Otot melekat pada tulang melalui jaringan tendon dan dapat menghasilkan gerakan di sekitar sendi saat berkontraksi.
Inilah mengapa jika antara kedua jenis alat gerak tersebut mengalami masalah maka fungsi sistem gerak pada tubuh tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Dalam beberapa kasus, ada beberapa orang yang kurang beruntung karena mengidap penyakit atau kelainan tulang yang mempengaruhi sistem gerak mereka. Ada beberapa faktor penyebab kelainan tulang seperti kelainan sejak lahir, infeksi penyakit, pengaruh makanan, atau kebiasaan duduk yang salah.
Gangguan tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisi tulang belakang (spina) sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan batang tulang belakang. Kelainan tulang belakang biasanya disebabkan kebiasaan duduk yang kurang baik. Berikut beberapa jenis kelainan tulang belakang berdasarkan posisi tulang belakang:
Tulang punggung bengkok ke kiri atau ke kanan.
Tulang punggung terlalu bengkok ke depan.
Tulang punggung terlalu bengkok ke belakang.