Gejala saraf kejepit perlu diketahui untuk memastikan keberadaan kondisi medis yang menyakitkan ini. Seperti diketahui, tulang belakang manusia normalnya terdiri dari ruas-ruas yang mana di antara ruas-ruas tersebut terdapat bantalan yang disebut sebagai discus intervertebralis (DI). Di dalam discus intervertebralis ini terdapat nucleus berbentuk seperti jeli yang berfungsi sebagai bola dan penahan guncangan, dibantu oleh dinding yang melingkari nucleus yang disebut annulus fibrosus (AF).
Sementara, di belakang discus intervertebralis terdapat saraf yang berjalan dari otak menuju ke anggota gerak atas dan bawah. Komponen ini yang memungkinkan seseorang bisa menggerakkan kedua ekstremitas itu. Apabila terjadi hernia nucleus pulposus (HNP), maka saraf tersebut akan terjepit. Kondisi inilah yang kerap disebut sebagai kondisi saraf kejepit.
Berikut ini adalah tanda dan gejala saraf kejepit yang perlu diwaspadai:
1. Nyeri lengan atau kaki Jika HNP atau saraf kejepit terjadi di punggung bawah, seseorang biasanya akan merasakan nyeri paling hebat di bagian pantat, paha, dan betis. Mereka mungkin juga mengalami nyeri di bagian kaki. Sementara, jika HNP berada di leher, seseorang biasanya akan merasakan nyeri paling hebat di leher, bahu dan lengan. Nyeri ini mungkin akan menjalar ke lengan atau kaki saat penderitanya batuk, bersin, atau berpindah ke posisi tertentu. Nyeri sering digambarkan sebagai rasa tajam atau terbakar.
2. Mati rasa atau kesemutan Orang yang memiliki saraf kejepit sering mengalami mati rasa atau kesemutan yang menyebar di bagian tubuh yang dilayani oleh saraf yang terkena.
3. Otot melemah Otot yang dilayani oleh saraf yang terjepit cenderung akan melemah. Hal ini dapat menyebabkan penderitanya mudah tersandung atau memengaruhi kemampuan mereka dalam mengangkat atau memegang barang.