News Detail

Waspada Saat Mengalami Nyeri Pinggang Bagian Bawah

Home › News & Articles › Detail

Lifestyle 15 Mar 2021
Waspada Saat Mengalami Nyeri Pinggang Bagian Bawah

Nyeri pinggang bagian bawahmerupakan penyakit yang umum dialami masyarakat. Masalah nyeri pinggang bagian bawah yang kerap muncul tidak boleh dianggap remeh. Selain mengganggu aktivitas kerja, munculnya rasa nyeri merupakan tanda ada bagian tubuh kamu yang bermasalah dan membutuhkan pengobatan.

Salah seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf Rumah Sakit EMC Sentul, mengatakan bahwa nyeri pinggang bagian bawah adalah penyebab tersering dari gangguan tulang belakang. Dokter menyatakan Herniasi diskus lumbal atau sering disebut dengan penyempitan saraf lumbal dikarenakan keluarnya diskus sehingga menekan saraf merupakan penyebab utama dari nyeri pinggang bawah. Tindakan operasi pada Herniasi Diskus Lumbal telah mengalami evolusi dari pembedahan teknik Laminectomy, Microdiscectomy ke Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD).

PELD (Percutaneous Endoscopy Lumbar Decompression) merupakan suatu tehnik operasi syaraf terjepit, dimana dapat dilakukan dengan bius lokal, hanya memerlukan sayatan sebesar 8mm, dapat dilakukan secara one day care/tanpa rawat inap, waktu operasi 20-40 menit, tidak perlu pemasangan alat implant dan perdarahan yang ditimbulkan sangat minimal. Pengerjaannya dilakukan dengan bantuan lensa dan monitor, sehingga syaraf terlihat jelas dan dapat dihindari dari cedera.

Terapi PELD (Percutaneous Endoscopy Lumbar Decompression) surabaya, Teknologi endoskopi di surabaya, pelayanan MRI express, terapi nyeri pinggang bagian bawah, terapi untuk pengobatan nyeri pinggang tulang belakang, terapisyaraf kecentit, terapi syaraf kecetit, pelayanan endoskopi surabaya, terapi endoskopi tulang belakang surabaya, rumah sakit endoskopi tulang belakang surabaya, rumah sakit endoskopi, rumah sakit endoskopi surabaya, pengobatan sakit leher , pengobatan sakit punggung, sakit tulang belakang, dokter syaraf terbaik surabaya, MRI 1 hari selesaioperasi resiko rendah, minimal invasive spine surgery