Betis Sakit Apakah Asam Urat atau Pegal Biasa?
surabayaspineclinic.com - Banyak orang langsung curiga kena asam urat saat betis terasa nyeri atau kaku. Padahal, tidak semua nyeri betis berarti kamu sedang mengalami serangan asam urat. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak hal mulai dari otot yang lelah, sirkulasi darah yang kurang lancar, sampai gangguan saraf.Artikel ini akan membantumu mengenali perbedaan antara pegal biasa dan gejala asam urat dan kamu bisa tahu kapan harus waspada dan kapan cukup istirahat saja.
Mengapa Banyak yang Mengidentifikasi Betis Sakit Itu Asam Urat?
Kata “asam urat” sering jadi kambing hitam setiap kali tubuh terasa nyeri. Padahal, rasa sakit di betis seringkali tidak ada hubungannya sama sekali dengan penumpukan asam urat.Asam urat memang bisa menyebabkan nyeri, tapi umumnya menyerang area sendi seperti jempol kaki, pergelangan, atau lutut bukan otot betis secara langsung.
Namun, karena posisi betis berdekatan dengan pergelangan kaki, rasa nyeri akibat radang sendi bisa menjalar ke otot di sekitarnya. Inilah yang membuat sebagian orang merasa seolah betisnya yang sakit, padahal sumber masalahnya di sendi bawah kaki.
Ciri Nyeri Betis yang Disebabkan Asam Urat
Kalau penyebabnya memang asam urat, biasanya nyeri muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat menusuk. Sendi atau area sekitar betis terasa panas, kemerahan, dan sedikit bengkak.Serangan asam urat sering terjadi di malam hari atau setelah kamu mengonsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, atau seafood.
Nyeri akibat asam urat juga bisa berlangsung beberapa hari dan semakin intens saat disentuh.Jika kamu memiliki riwayat kadar asam urat tinggi, sering mengonsumsi makanan berlemak, atau jarang minum air putih, maka risiko terjadinya serangan semakin besar.Namun, sekali lagi, lokasi utama yang diserang tetap sendi, bukan otot betis.
Ciri Betis Sakit Karena Faktor Lain
Sebaliknya, bila rasa nyeri muncul setelah kamu berdiri lama, berjalan jauh, atau habis olahraga, kemungkinan besar penyebabnya bukan asam urat. Betis bisa terasa tegang, pegal, atau kram karena ototnya kelelahan.Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga bisa memicu nyeri betis:
1. Kelelahan Otot
Aktivitas berlebihan membuat otot betis menegang. Kondisi ini umum terjadi pada orang yang sering berdiri lama atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.Rasa nyeri biasanya membaik setelah beristirahat atau dikompres hangat.
2. Kram
Kram betis bisa terjadi karena kurang cairan atau kekurangan elektrolit seperti magnesium dan kalium. Nyeri muncul mendadak dan terasa sangat kencang, tapi cepat mereda setelah otot diregangkan.
3. Gangguan Sirkulasi Darah
Varises atau pembekuan darah di vena (DVT) bisa membuat betis terasa berat, bengkak, dan nyeri saat disentuh. Kondisi ini perlu perhatian serius karena berisiko memicu komplikasi pada paru-paru bila gumpalan darah berpindah.
4. Cedera atau Radang Tendon
Otot betis bisa cedera tanpa disadari, misalnya saat berlari, meloncat, atau salah pijakan. Nyeri biasanya muncul di bagian belakang bawah kaki dan makin terasa saat berjalan.
5. Masalah Saraf dari Punggung Bawah
Kadang, nyeri betis berasal dari saraf yang terjepit di tulang belakang bagian bawah. Rasa sakitnya bisa menjalar dari pinggang, melewati paha, hingga ke betis.
Jadi, penting untuk mengenali pola nyeri. Kalau rasa sakitnya muncul perlahan, tidak disertai bengkak, dan hilang dengan istirahat, kemungkinan besar bukan asam urat.
Baca Juga: Kenapa Tangan Sering Kesemutan Setelah Bangun Tidur
Cara Sederhana Membedakan Pegal Biasa dan Asam Urat
Kamu bisa coba perhatikan hal-hal berikut sebelum buru-buru minum obat atau mencari pengobatan herbal.
- Waktu munculnya nyeri. Asam urat cenderung muncul mendadak, sedangkan pegal biasa muncul setelah aktivitas.
- Lokasi nyeri. Asam urat biasanya di sendi, bukan di tengah otot.
- Kondisi kulit sekitar. Asam urat bisa membuat kulit kemerahan dan hangat.
- Respons terhadap istirahat. Kalau nyerinya langsung berkurang setelah istirahat, besar kemungkinan bukan asam urat.
Meski begitu, cara paling akurat untuk memastikan penyebabnya tetap lewat pemeriksaan medis, bukan sekadar menebak dari gejala.
Pemeriksaan Medis untuk Mengetahui Penyebab Sakit Betis
Masih bingung betis sakit apakah asam urat? Jawaban pastinya cuma bisa didapat lewat pemeriksaan medis. Banyak orang suka menunda periksa karena ngerasa, “ah, cuma pegal biasa.” Padahal, bisa jadi sinyal awal dari gangguan pembuluh darah atau saraf yang nggak boleh disepelekan.
Berikut langkah pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter:
- Wawancara dan pemeriksaan awal
Dokter akan nanya riwayat kesehatan kamu , mulai dari seberapa sering betis terasa nyeri, lokasi pastinya, sampai kebiasaan harian seperti duduk terlalu lama atau sering naik tangga.
- Tes darah untuk kadar asam urat
Ini tahap penting buat tahu apakah penyebabnya benar karena penumpukan kristal asam urat. Nilai normalnya biasanya di bawah 7 mg/dL untuk pria dan 6 mg/dL untuk wanita.
- Pemeriksaan fisik dan observasi langsung
Kalau kadar asam urat normal, dokter lanjut cek fisik buat lihat tanda-tanda lain, seperti varises, otot tegang, atau adanya nyeri tekan di area tertentu.
- Tes penunjang (USG, MRI, atau doppler)
Tes ini bantu menilai kondisi jaringan otot dan aliran darah di betis. Hasilnya bisa menunjukkan apakah nyerinya berasal dari pembuluh darah, otot, atau saraf.
Langkah-langkah ini kelihatannya sederhana, tapi hasilnya bisa jadi pembeda antara “pegal biasa” dan “tanda awal penyakit serius”.
Baca Juga: Pengobatan Nyeri Leher karena Salah Bantal
Cara Mengatasi Betis Sakit Akibat Asam Urat
Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat kamu tinggi, jangan panik. Kondisi ini bisa dikendalikan asal kamu tahu cara mengatur gaya hidup. Berikut langkah-langkah yang bisa bantu:
- Batasi makanan tinggi purin
Hindari jeroan, daging merah, ikan sarden, dan kerang. Semua itu bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
- Perbanyak minum air putih
Air bantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urine. Target minimal delapan gelas per hari.
- Kompres dingin di area nyeri
Kompres selama 15–20 menit bisa bantu meredakan nyeri dan bengkak akibat peradangan sendi.
- Jaga berat badan ideal
Kelebihan berat badan bisa bikin kadar asam urat makin tinggi dan menekan sendi di kaki.
- Minum obat sesuai resep dokter
Obat penurun asam urat seperti allopurinol atau colchicine harus diminum sesuai dosis. Hindari penggunaan sembarangan tanpa arahan medis.
Langkah Pemulihan Jika Bukan Asam Urat
Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan penyebabnya bukan asam urat, berarti kamu perlu fokus pada pemulihan otot dan sirkulasi darah. Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Istirahat cukup dan pijat ringan
Beri waktu tubuh untuk pulih, terutama kalau kamu sering berdiri lama atau banyak jalan.
- Kompres hangat di area betis Kompres hangat bisa bantu melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa kaku pada otot.
- Peregangan sebelum tidur atau olahraga
Regangkan otot betis selama 5–10 menit. Cara ini bisa mengurangi risiko kram malam hari dan menjaga otot tetap lentur.
- Perhatikan tanda varises
Kalau muncul pembuluh darah menonjol atau rasa berat di kaki, segera konsultasi. Bisa jadi itu tanda awal gangguan vena.
- Ubah posisi duduk setiap 30 menit
Terlalu lama duduk bisa bikin sirkulasi darah di kaki terhambat. Berdiri atau jalan sebentar tiap setengah jam bisa bantu mencegah nyeri kambuh.
Waktu yang Tepat untuk Konsultasi ke Dokter
Jangan tunggu sampai nyerinya parah baru periksa. Kamu perlu segera konsultasi kalau:
- Betis terasa bengkak dan panas.
- Nyeri bertahan lebih dari tiga hari.
- Sakitnya menjalar ke punggung atau membuat sulit berjalan.
- Ada perubahan warna kulit atau muncul pembengkakan mendadak.
Pemeriksaan sejak dini bisa bantu menemukan penyebab pasti dan mencegah komplikasi. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang sembuh total tanpa resiko jangka panjang.
Jangan Sepelekan Nyeri Betis, Lakukan Pemeriksaan Lebih Lanjut di Surabaya Spine Clinic
Betis yang terasa nyeri bukan cuma soal kenyamanan. Kadang, itu sinyal tubuh kalau ada sesuatu yang perlu ditangani dengan serius. Entah itu karena asam urat, sirkulasi darah yang terganggu, atau saraf terjepit, semua bisa terlihat jelas lewat pemeriksaan medis yang tepat.
Di Surabaya Spine Clinic, kamu bisa mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dengan pendekatan medis yang personal. Dokter akan bantu menentukan penyebab pasti nyeri betis kamu dan memberikan penanganan yang sesuai, mulai dari terapi non-bedah, rehabilitasi, hingga perawatan saraf dan tulang belakang.
Jangan tunggu sampai nyerinya semakin berat. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut di Surabaya Spine Clinic untuk tahu penyebab pasti dan langkah terbaik untuk pemulihan tubuhmu.
