MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Skoliosis, Tulang Belakang Bengkok

Skoliosis, Tulang Belakang Bengkok

by. Dr. Eko Agus Subagio, Sp. BS - Spine (Tulang Belakang), Dokter Saraf Kecetit
21 August 2014
Skoliosis, Tulang Belakang Bengkok

Bila Anda atau keluarga memiliki tulang belakang yang bengkok (skoliosis) maka sebaiknya segera periksakan kondisi tulang belakang anak. Karena ternyata kelainan tulang belakang skoliosis bisa bersifat genetis dan menurun pada anak.

Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang yang ditandai dengan melengkungnya tulang belakang ke arah samping (lateral curvature of the spine). Jika dilihat dari samping, orang normal memiliki bentuk tulang belakang seperti huruf S, dan dari belakang berbentuk garis lurus dari leher sampai tulang ekor. Namun pada skoliosis akan tampak satu atau lebih lengkungan ke samping yang tidak wajar pada punggung.

“Kalau orangtua sudah ada yang skoliosis, maka periksakan anaknya. Skolisis bisa bersifat genetik. Jadi kita sebagai orangtua kalau punya keluarga yang skoliosis, periksakan anak,” jelas Dr Tinah Tan, B.Med, B AppSc, B Chiro Sc, FICC, chiropractor (dokter tulang belakang) anak dari CityLife Chiropractic, dalam acara Grand Opening Establishment Salonpas Chiropractic Center di Kidzania Pacific Place Mall, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

Menurut Dr Tinah, tidak ada salahnya memeriksakan kondisi tulang belakang anak. Kalau memang tidak ada masalah apa-apa, orangtua bisa berlega hati, namun jika memang ada bakat skoliosis, maka lebih baik diperiksa lebih awal.

Skoliosis membutuhkan perawatan yang serius, karena jika terlambat diterapi maka tulang belakangnya akan memburuk, yang bisa menyebabkan bahaya pada tulang belakang, dada, panggul, jantung, dan paru-paru.

Sangat penting melakukan pemeriksaan skoliosis dini pada anak dan remaja usia 10-16 tahun, karena jika dideteksi secara dini pengobatan yang dilakukan hanya melalui terapi tanpa operasi.

“Pemeriksaan tulang belakang anak atau yang kita sebut healthy kids check, idealnya seperti memeriksa kesehatan gigi, yaitu setahun 2 kali. Kenapa? Karena itu adalah waktu-waktu emas. Dari kecil anak mulai merangkak, mulai berdiri, itu tulang belakang mulai bertumbuh,” lanjut Dr Tinah, yang merupakan chiropractor wanita pertama di Indonesia.

Seperti dilansir iscoliosis.com, skoliosis bisa menyerang setiap saat selama masa kanak-kanak dan remaja. Hal ini lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, meskipun belum diketahui kenapa, dan paling sering terjadi pada masa awal remaja.

Skoliosis biasanya dideteksi pada kemiringan 10 derajat atau lebih. Meski demikian jika kelengkungan mencapai 25-30 derajat perlu diwaspadai. Karena jika di bawah 20 derajat kemungkinan menyebabkan masalah kesehatan masih sangat kecil, sehingga bisa disembuhkan dengan terapi, agar tidak semakin parah.

Surabaya Spine Clinic

Klinik Tulang Belakang

Siloam Hospitals Surabaya

Surabaya, Jawa Timur Indonesia

Hotline (+62) 0822 3322 7788

Read other articles & publications:
CARA MENGATASI TAKUT OPERASI TULANG BELAKANG
Banyak orang berjuang dengan rasa takut s...
TANGAN KEBAS KESEMUTAN, WASPADAI CARPAL TUNNEL SYNDROME
Anda seorang gamer, pencipta komik, desain...
TANPA OPERASI, METHODE PENGOBATABAN UNTUK SARAF KEJEPIT
Bagi kebanyakan orang nyeri tulang belaka...