MAKE A RESERVATION
Home > Articles & Publication > Radiofrequency Ablation untuk Nyeri Punggung/Leher Ringan

Radiofrequency Ablation untuk Nyeri Punggung/Leher Ringan

by. Admin
04 October 2018
Radiofrequency Ablation untuk Nyeri Punggung/Leher Ringan

Terapi Nyeri Punggung Ringan Tapi Tak Mau Hilang yang Minim Risiko Menggunakan Radiofrequency Ablation

Apa kabar sobat spine ? Semoga sehat selalu.

Radiofrequency Ablation digunakan untuk mengurangi nyeri punggung dengan memanfaatkan aliran listrik yang diproduksi oleh gelombang radio sehingga panas yang dihasilkan mestimulus bagian syaraf tertentu. Radiofrequency Ablation adalah prosedur untuk menghilangkan gejala berupa nyeri punggung dengan menggunakan energi frekuensi radio untuk memanaskan dan membakar saraf penyebab nyeri sehingga tidak mengirimkan rasa sakit. Dalam satu waktu, teknik ini juga dapat digunakan untuk membakar peradangan dalam sendi facet, memanipulasi sumber rasa sakit. Terapi ini umumnya digunakan untuk nyeri tulang belakang. Prosedur juga dapat digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan nyeri, baik akut atau kronik. Di antaranya low back pain, nyeri leher dan nyeri yang berkaitan dengan penyakit degeneratif seperti penyakit sendi arthritis.

Radiofrequency Ablation dapat disarankan kepada pasien dengan didiagnosis positif menderita blok saraf positif. Penyuntikkan sejumlah kecil obat anastesi. Dengan mematikan saraf, otak tidak lagi menerima sinyal nyeri dari sendi facet yang bermasalah dan karena itu rasa bebas nyeri sementara dicapai. Sebagai efek bius lokal habis dalam 2 sampai 4 jam, nyeri akan kembali seperti biasa. Jika proses penghalangan ini dapat mengurangi rasa sakit sebesar 50%, proses dianggap positif dan RFA biasanya dianjurkan.

Sederhananya, arus listrik yang dihasilkan oleh gelombang radio dari alat ini, kemudian digunakan untuk mematikan rasa pada area di jaringan saraf, yang selanjutnya mampu menghentikan pengiriman sinyal nyeri dari area tertentu pada tubuh ke otak. Seperti penjelasan Dr. Eko Agus Suabgio, Sp.BS (K) Spine, Spine Clinic Siloam Surabaya, Unit unggulan untuk menangani keluhan nyeri tulang belakang, “Radiofrequency Ablation terbukti aman dan efektif untuk pengobatan nyeri.” Prosedur ini secara umum juga cukup mudah diterima oleh pasien, dengan sedikit sekali kemungkinan untuk terjadi komplikasi, seperti infeksi dan perdarahan.

Walaupun demikian prosedur Radiofrequency Ablation harus dengan Dokter Berkompetensi, karena tidak semua dokter spesialis saraf, bedah saraf dan orthopedi memiliki wewenang untuk mengerjakannya.

Kompetensi dan juga pengalaman dokter dalam melakukan hal ini, menjadi salah satu faktor semakin berkurangnya angka komplikasi yang bisa terjadi. Sebelum dokter melakukan tindakan ini, dokter wajib membicarakannya bersama pasien tentang kemungkinan terjadinya komplikasi. Sebaliknya, pasien juga memiliki hak untuk bertanya kepada dokter apakah memiliki kompetensi untuk teknik ini. Radiofrequency Ablation juga tidak direkomendasikan dilakukan pada mereka dengan penyakit inveksi aktif, atau mereka yang memiliki gangguan pada sistim pembekuan darah. Pada mereka dengan penyakit diabetes yang menggunakan terapi insulin, mungkin diperlukan penyesuian dosis insulin pada beberapa hari sebelum prosedur RFA dilakukan. Demikian juga pasien yang menggunakan terapi non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), harus dihentikan 3 hari sebelum prosedur dilakukan.

40 % dari nyeri punggung dilaporkan berasal dari sendi facet. Sendi facet adalah sendi-sendi kecil di belakang cakram tulang belakang yang membantu untuk mendukung tulang belakang dan memungkinkan untuk bergerak. Jika facet sendi mengalami rematik atau meradang, dapat menimbulkan keluhan, menyebabkan sakit leher atau nyeri pinggang dengan atau tanpa rasa sakit di kaki. Sendi facet rentan terhadap cedera dan aus dan robek setiap hari.

Cidera whiplash (sentakan tiba-tiba leher), memutar sambil mengangkat kepala, atau rotasi tidak sengaja ditulang belakang dapat mengiritasi sendi facet. Iritasi ini dapat menyebabkan kerusakan, peradangan dan /atau distorsi dari sendi. Aus dan robeknya sendi dapat menyebabkan hilangnya tulang rawan atau degenerasi dari cakram tulang belakang. Cakram yang berfungsi sebagai bantalan runtuh, menyebabkan rasa sakit di daerah itu.

Prosedur Pelaksanaan

Pelaksanaan Radiofrequency Ablation untuk membakar daerah yang radang dilakukan di bawah pengaruh bius lokal. Obat penenang ringan mungkin digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama prosedur. RFA disampaikan melalui jarum ke dalam sendi facet menggunakan panduan x-ray. Anda akan terjaga selama proses ini dan Anda mungkin akan diminta apakah Anda mampu merasakan sensasi kesemutan. Hal ini untuk memastikan jarum berada di tempat yang tepat. Setelah jarum dan penempatan elektroda diverifikasi, arus frekuensi radio dikirim ke setiap sendi facet dan saraf selama 90 detik untuk memanaskan dan “membakar” saraf yang mengirimkan sinyal rasa sakit. Setelah peradangan hilang, tidak bisa lagi mengirim sinyal rasa sakit, hasilnya rasa sakit akan berkurang. Proses RFA data dikatakan prosedur bedah sehari.

Pasien bisa pulang pada hari yang sama dan hari berikutnya pasien bisa kembali bekerja atau ke kegiatan sehari-hari mereka. Pasien tidak perlu waktu lama untuk beristirahat di tempat tidur. Manfaat dari RFA dapat berlangsung selama lebih dari 2 tahun pada 80% kasus dan sekitar 6 – 8 bulan untuk 20% sisanya.Untuk memaksimalkan hasil RFA, pasien seharusnya berpartisipasi dalam rehabilitasi reguler.Latihan setelah prosedur, untuk memperkuat otot inti yang mendukung tulang belakang dan mengurangi stres fisik pada sendi facet.

Radiofrequency Ablation Minim Resiko dan Efek Samping

Minim risiko efek samping untuk pengobatan RFA nyeri sendi facet jika sesuai indikasi. Prosedur ini benar-benar aman minim risiko cidera saraf cedera. Pasca prosedur, mungkin pasien merasakan mati rasa di daerah yang diobati. Setelah prosedur RFA, tidak disarankan untuk mengemudi kendaraan atau alat berat setidaknya dalam waktu 24 jam. Jangan ragu untuk mengonsultasikan nyeri Anda bersama Spine Clinic Siloam Surabaya.

Hotline nomor WA 082233227788

Read other articles & publications:
TEKNIK BARU OPERASI SPINE, PELD
Roy, 35 tahun, mengalami gangguan nyeri pu...
STEROID EPIDURAL INJECTION
There are several risks associated with ep...
ACUPUNCTURE CONSIDERATION
Acupuncture is considered a safe medical ...